Saturday, February 22, 2020

5 Bintang Film Dewasa Yang Jadi Pelayan Tuhan

Banyak orang memberikan sumpah serapahnya pada bintang film dewasa sebagai biang keladi merusak moral anak muda. Para pemain film esek-esek ini dituding hidup bergelimangan dosa dan kenikmatan maksiat hingga tak mungkin kembali ke jalan yang lurus. Namun anggapan ini salah besar. Tak disangka beberapa bintang film dewasa malah banting setir jadi pelayan Tuhan.

Mereka bertobat atas pilihan hidup pernah salah. Semoga ini memang penyesalan mereka terakhir. Dilansir dari berbagai situs seperti cosmopolitan.com, pulse.ng, marieclaire.com, dailymail.co.uk, dan theoldblackchurch.blogspot.com, berikut beberapa bintang film dewasa tobat dan jadi pelayan Tuhan.

1. Crystal DiGregorio


Crystal DiGregorio seorang bintang esek esek asal Amerika Serikat tengah naik daun tahun lalu dan disebut-sebut aktris esek-esek dengan bayaran cukup mahal. Namun Oktober tahun lalu perempuan dikenal sebagai Nadia Hilton ini ternyata bertemu dengan seorang pelayan Tuhan pantekosta bernama Dave Basette dan akhirnya jatuh cinta.

Sebelumnya Juni tahun lalu DiGregorio mengalami kecelakaan. Dia mendapat bantuan dan dukungan dari Basette untuk memulihkan kondisinya. DiGregorio melihat ketulusan hati Basette. Dia pun memutuskan mengikuti jejak kekasihnya menjadi pelayan Tuhan. Mereka akan menikah tahun ini.

2. Teresa Carey


Bintang esek esek kawakan sejak 1998-2009 ini spesialis lesbian. Namun Tuhan menuntunnya untuk berubah. Teresa Carey asal Amerika Serikat ini mendapat hidayah dan petunjuk untuk menjadi seorang Kristen yang taat. Hidayah itu datang saat dia mendengar lagu dari kelompok band The Beatles berjudul 'Across The Universe'.

Di situ dia melihat wajah Tuhan. Bersama sang suami Scott, seorang pastor, Carey akhirnya dia memutuskan menjadi hamba Tuhan. Dia yakin Tuhan memaafkannya meski dia sudah tidur dengan 100 perempuan di film biru.

3. Melissa Scott


Artis esek esek Melissa Scott asal Amerika Serikat bisa jadi bintang esek-esek yang pertobatannya menjadi hal kontroversial. Perempuan dikenal dengan nama ranjang Barbie Bridges ini banting setir total jadi pastor dan memimpin sebuah gereja dengan jemaat ratusan.

Namun banyak orang masih meragukan pertobatannya apalagi saat melihat masa lalu Scott. Dia spesialis bintang film dewasa garis keras dan membintangi banyak film biru sukses. Namun dia mengaku perjalanannya berakhir dan sudah bertemu Tuhan. Scott juga mengatakan sangat malu dengan masa lalunya dan ini cara penebusan di dunia.

4. Jenna Presley


Jenna Presley asal Amerika Serikat mengguncang penggemarnya lantaran aktris film esek esek ini mengumumkan dia telah bertobat dan menjadi pelayan Tuhan. Presley bernama asli Brittni Ruiz mengatakan dia lahir kembali dengan menjadi hamba Yesus Kristus taat. Cukup berat dia mengakhiri karir telah melambungkan dirinya itu.

Namun berkat pertemuannya dengan pastor Craig Gross yang membuat situs xxxchurch.com akhirnya Presley memutuskan berhenti adegan ranjang. Situs ini merupakan alamat Internet yang didirikan oleh Gross untuk mendekati para bintang film dewasa dan mereka yang bekerja di industri esek-esek agar sedikit demi sedikit mengenal Tuhan hingga akhirnya menghentikan profesi lendir mereka.

5. Bobby Blake


Bobby Blake bintang film dewasa kulit hitam yang juga banting setir menjadi pastor. Blake tobat sebab saat melakukan adegan ranjang dia malah melihat wajah Yesus Kristus. Blake telah membintangi ratusan film esek-esek dan kebanyakan pergumulan sesama jenis.

Sunday, January 12, 2020

Bom Waktu Pendidikan



Di Solo ada berita seru. Seorang anak didik putri di keluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun pada temannya.
Ia bersekolah di SMP Islam Terpadu Nur Hidayah. Sekolah yang disemangati oleh gerakan Ikhwanul Muslimin. Corak keislamannya kaku. Gaya Wahabi. Hal yang biasa saja, menjadi persoalan besar. Mengucapkan selamat ulang tahun dianggap pelanggaran serius pada aqidah.

Apalagi kalau mengucapkan selamat Natal?
Sekolah Islam Terpadu banyak bertumbuhan. Sebagian beraliran keras. Mencetak anak-anak jadi robot agamis. Suasana keindonesiaan yang pluralis dan menghargai perbedaan melorot. Habis.
Di Depok, sekolah-sekolah jenis ini juga bertumbuhan. Tidak ada pengajaran toleransi. Yang ada suasana beragama kaku dan keras. Anak didik yang masih unyu-unyu dibelah dengan pandangan agama yang sempit. 
Seringkali diracuni dengan politik identitas. Wajar. Sekolah Islam Terpadu banyak diinisiasi oleh kader PKS. Pendidikan dijadikan sarana mencetak kader-kader.
Di Seragen, siswa Rohis mengintimidasi rekan putrinya yang tidak pakai jilbab. Itu terjadi di sekolah negeri. Bagaimana mungkin mereka bisa toleran pada siswa yang beragama lain, jika pada siswa seagama saja sudah hobi menteror.
Dan kelakuan seperti ini dianggap biasa. Bagian dari dakwah siswa. 
Orang-orang dengan pandangan dunia yang dikotomis --muslim dan non-muslim-- merasuki dunia pendidikan kita. Mereka menularkan pandangannya kepada anak didik. Bukan hanya di sekolah berlabel Islam Terpadu. Mereka juga ada di pendidikan umum. Menjadikan sekolah negeri seperti berorientasi agama.
Padahal ini Indonesia. Negeri yang diikat dengan semangat berbeda-beda tapi merupakan kesatuan. Jika semangat berbeda yang selalu ditonjolkan dalam dunia pendidikan, rasanya kita hanya sedang mencetak orang yang hilang keindonesiaan dalam dirinya. 
Jika belakangan sering dipertentangkan antara keindonesiaan dan keislaman, rasanya itu adalah hasil dari pendidikan yang mencetak pandangan dikotomis seperti ini.
"Membela agama ada dalilnya. Membela negara gak ada dalilnya," kata Felix Siauw. Pandangan ini sebagai dasar orang lebih terikat pada khilafah ketimbang Indonesia.
Maka orang tidak merasa berdosa menghianati negerinya. Mereka akan merasa dosa jika menentang ustadnya. Sedangkan si ustad tidak mengajarkan cinta tanah air. Malah mempertentangkan.
Masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas anak didik. Mereka penerus Indonesia. Jika suasana pendidikan kita seperti itu. Apa yang akan terjadi dengan Indonesia ke depan?
Rasanya ini adalah PR besar bangsa ini. Para bigot menjadikan dunia pendidikan kita berwajah muram. Keceriaan hilang di dunia anak-anak. Digantikan dengan ideologi keras dan kaku. Yang selalu menonjol-nonjolkan peebedaan.
Anak-anak sudah dikotak-kotakan dengan label agama. Jangan heran jika intoleransi kini terbesar melanda dunia anak-anak. Sejak meletek jadi janin, mereka sudah dibatasi isi kepalanya. 'Saya muslim, yang tidak sama dengan saya neraka tempatnya.'
Permusuhan disesapkan. Seperti menenam bom waktu yang sekali waktu akan meledak. 
Jika dalam peristiwa politik banyak anak-anak meneriakkan jihad yang salah kaprah. Itulah hasilnya. Ada satu video segerombolan anak bernyanyi 'bunuh Ahok.' Anak yang membedakan jahe dan lengkuas saja masih salah. Eh, diajarkan untuk berfikir ekstrim. 
Mengerikan.
Tapi itulah dunia pendidikan kita sekarang. Wajah intoleran hadir. 
Sebetulnya pendidikan berbasis agama silakan saja. Tapi mempertentangkan agama dengan keindonesiaan adalah problem serius. 
Silakan mengajarkan Islam pada anak didik. Tapi Islam yang justru menjadi penguat akar kebangsaan. Silakan mengajarkan Kristen atau Katolik, tapi Kristen dan Katolik yang mengindonesia. Jika malah dipertentangkan akan berefek serius bagi masa depan negeri ini.
Rasanya ini adalah PR berat Mendikti. Bukan soal kurikukum teknis yang memberi seperangkat anak didik kemampuan artifisial memasuki dunia industri. Yang justru mendasar adalah menanamkan bahwa mereka adalah warga Indonesia. Mereka dididik untuk menjamin keberlangsungan bangsa ini.
Membongkar semangat intoleran. Menanamkan sikap menghargai perbedaan. Mengembangkan rasa cinta tanah air. Dan memandang dunia tidak dikotomis dan hitam putih harus dibangkitkan kembali. Dunia pendidikan dituntut punya modal seperti itu.
Jika dunia pendidikan kita isinya selalu mempertentangkan perbedaan, sepertinya kita sedang menggali kuburan bagi negeri ini.
Untung saja Abu Kumkum tidak dididik dalam alam yang seperti itu. Sebagainl lulusan TK Tumben Lestari, Kumkum diwarisi semangat memandang perbedaan sebagai rahmat.

Jatuhnya Pesawat Ukraina karena Rudal Iran



Saat pesawat Boeing 737 Ukraina International Airlines PS752 mengangkut 176 penumpang jatuh, berseliweran spekulasi di dunia maya. Saya memilih diam. Karena keadaan masih sangat prematur untuk bersikap. Apalagi situasi jatunya pesawat itu setelah beberapa jam serangan Rudal Iran ke Irak menuju markas Militer AS. 
Kemudian secara resmi Teheran mengumunkan bahwa pesawat jatuh karena serangan rudal antipesawat dari militer Iran. Secara pribadi atas dasar kemanusiaan tentu siapapun mengutuk serangan rudal kepada pesawat komersial. Tetapi kita juga harus memaklumi situasi ketika itu. 

Penerbangan Ukraina International Airlines, PS752 lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran pada pukul 6:12 pagi waktu setempat, hanya beberapa jam setelah militer Iran meluncurkan beberapa rudal balistik mengarah pangkalan udara AS di Irak. 
Sebelumnya, Presiden Trump telah mengancam bahwa Amerika akan menyerang 52 target di Iran jika Iran membalas pembunuhan AS atas Qasem Soleimani. Anda bisa bayangkan situasi saat itu. Memang mencekam.
Jadi wajar saja bila setelah serangan itu, pasukan pertahanan udara Iran harus berada pada kondisi siaga tertinggi. Terlebih lagi, pesawat PS752 menghilang dari layar kontrol lalu lintas udara secara tiba-tiba, dan sebelum menghilang, pilot tidak meneriakan mayday. 
Dalam hitungan detik pesawat PS752 itu berada pada target serangan rudal antipesawat. Ketika pesawat muncul direspon secara otomatis oleh militer Iran. Dalam perang itu biasa saja. 
Selama 24 jam pertama, AS dan sekutunya tidak mengatakan apa-apa tentang penembakan. Reuters melaporkan bahwa "penilaian awal badan-badan intelijen Barat adalah bahwa pesawat itu mengalami kerusakan teknis." 
Kemudian, pada hari Kamis, Newsweek mengutip keterangan dari satu pejabat Pentagon dan satu lagi pejabat intelijen senior AS, yang mengatakan bahwa pesawat itu telah ditembak jatuh. Beberapa jam kemudian, perdana menteri Kanada Justin Trudeau mengkonfirmasi pernyataan itu di sebuah konferensi pers.
Peristiwa yang sama pernah terjadi pada 3 juli 1988. Ketika itu sedang berkecamuk perang Iran-Irak. Penerbangan Iran Air 655, Airbus A300 berpenumpang 290 orang ditembak jatuh oleh rudal USS Vincennes di selat Hormuz. Saat itu walau AS mengakui kelalaiannya dan minta maaf, namun tidak ada yang menyalahkan AS menyerang pesawat komersial sipil Iran. 
Apalagi pesawat Iran Air 655 mengarah ke kapal perang AS, yang tentu membuat semua crew kapal perang siaga penuh. Walau pilot Iran Air 655 sudah mengirim sinyal identifikasi pesawat sipil namun USS Vincennes tidak mau ambil resiko. Rudalpun diluncurkan.
Pada Juli 2014, Malaysia Airlines 777 sedang dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur jatuh di Ukraina Timur oleh Rudal Rusia. 298 penumpang tewas. Pada saat itu sedang terjadi pertempuran antara Proxy Rusia yang ingin memisahkan diri dan pemerinta Ukraina yang didukung AS. 
Selama berbulan-bulan media Barat berasumsi bahwa rudal itu pasti ditembakkan secara tidak sengaja oleh milisi yang tidak mengerti. Ternyata Rudal itu memang direncanakan oleh militer dan Intelijen Rusia, dengan menggunakan tangan milisi. Entah apa tujuannya. Yang jelas itu sedang perang.
Pada tahun 1983, Korean Air Lines Flight 007, ditembak jatuh oleh rudal Rusia. Saat itu perang dingin antara Unisoviet dan AS sedang puncaknya. AS dan Rusia dalam selalu siaga penuh. Saat pesawat Korean Air Lines melintasi udara Soviet di dekat Kamchatka, Soviet mengirim Sukhoi Su-15 untuk mencegat. Terjadi miskomunikasi. 
Sehingga memaksa Pilot Sukhoi Su-15 melepaskan rudal udara ke udara. Namun, pesawat besar itu tidak segera hancur. Selama beberapa menit, pilot berjuang untuk mengendalkan pesawat yang rusak, sampai akhirnya terjun ke Laut Jepang. Semua 269 penumpang dan anggota kru tewas.
Namun dalam hal serangan Rudal antipesawat yang menjatuhkan pesawat komersial Ukraina, itu terjadi dengan direncanakan oleh AS. AS berhasil melakukan perang electronic dengan menghilangkan pesawat PS752 dari radar traffic air control dan akhirnya masuk dalam target serangan rudal Iran. 
AS berhasil mempermalukan Iran dan sekaligus menarik simpati publik international. Namun hebatnya permainan ini dapat ditebak. Iran cepat menyadari bahwa pesawat jatuh itu satu hal, dan Iran harus mengakui sebagai sebuah kesalahan, tetapi sikap AS yang menginginkan konsesi politik dari kejatuhan pesawat PS752 itu lain hal. 
Ini akan semakin jauh upaya perdamaian yang dicanangkan oleh Trump. Iran memastikan perang tidak akan berakhir. Mungkin tidak langsung tetapi dengan cara lain akan terus berlangsung.

Matamu Begitu Kecil



Suatu ketika, mungkin Rumi lagi ngobrol dengan Tuhan. Orang-orang sufi memang terlihat lebih rileks, bisa ngobrol, mungkin juga ngobar (ngopi bareng) tuhan. Beda dengan jurusan sarengat, dikit-dikit ngomongin surga, juga neraka. 
"Hati saya begitu kecil, hampir tak terlihat. Bagaimana Anda bisa menempatkan kesedihan besar di dalamnya?" demikian Rumi mengandaikan dirinya bertanya dalam puisinya. Anda yang dimaksud di situ adalah Tuhan, yang kemudian menjawab; "Dengar, matamu lebih kecil, namun engkau bisa melihat dunia."

Di dalam matamu, seluruh isi dunia kau masukkan, dengan melihatnya tentu. Bukan dengan cara memasukkan isi dunia ke rongga matamu. Tapi, bukankah demikian engkau memasukkan segala kesedihan ke dalam hatimu? Hingga sesak, tumpat-pedat?
Itulah sebabnya, kebahagiaan khayalan sebagaimata tulis Rene Descartes, lebih bernilai daripada kesedihan yang nyata. Hingga ia bisa dieksploitasi begitu rupa. Seperti para pengemis dan penarik cycle rickshaw di India. Kaum miskin negeri Mahatma Gandhi itu, menabung sebagian penghasilannya untuk menonton film. 
Di dalam gedung bioskop, orang-orang kalah bisa merasai kemenangannya. Dalam banyak film India, tuan tanah dan Polisi, bisa dikalahkan. Demikian kostum yang gemerlap, tarian massal dengan tari dan nyanyian gumbira ria. Dalam film, mereka menemu dan bertemu pahlawannya. Dan kita tahu, industri film India tak mampu dikalahkan Hollywood volume dan skalanya. 
Bukan hanya film, bahkan partai politik dan agama, juga acap diperankan dalam pada itu (ini gaya bahasa 'Api di Bukit Menoreh' SH Mintardja). Meski tak sebagaimana imbal-balik nonton film, dalam politik dan agama janji sorga bisa berbalik arah. Hingga orang bisa jadi korban tipu-tipu agen perjalanan haji, sampai penjual rumah syariah berkah bertubi-tubi. Jadinya malah bertuba-tuba.
Sementara, pendidikan yang mestinya jadi agen perubahan, justeru menjadi agen gas tiga kiloan. Itu pun belum tentu full tiga. Kalau habis harus beli. Kalau yang jual bilang kehabisan, baru kita berpikir skala prioritas. Hidup seperti cinta sekolah dasar, kata Chairil Anwar. Hanya menunda kekalahan. Apakah sekolah hanya menunda angkatan kerja? Yang ada manusia tergantung. Bukan manusia bebas. 
Walhal menurut Sartre, sebagaimana juga Rousseau, manusia dikutuk bebas. Kenapa kita seolah justeru dikutuk tidak bebas? Agar bisa jadi sumber pendapatan politikus, ustadz dan ustadzah? Pemilik Cafe? Petugas Pajak? Seniman? Motivator? Disainer renda celdam dan bra? Pendeta? Pelukis? Debt-collector? Dramawan dan dramawati? Mark Zuckerbergh?
Tapi, tiba-tiba Will Durant, sejarawan dan penulis Amerika akhir abad 19, bikin kita pusing. "Manusia menjadi bebas ketika dia menyadari bahwa dia tunduk pada hukum," katanya. Bukankah kita tak pernah diajari tunduk, patuh pada aturan? Bukankah kita bangsa pejuang, semakin melanggar semakin heroik? Mari menjura! 

Thursday, December 5, 2019

KRISTOLOGI DI ERA MODERN

     Teologi umumnya mengikuti perkembangan, tidak komprehensif namun framentaris, kontekstual, multikultural, dapat diterima oleh budaya setempat. Teologi Kristen yang berpusat pada kristologi juga demikian, perjumpaan dengan Kristus selalu dialami dalam konteks tertentu, mengindahkan kenyataan hidup umat (Kristen) yang dilayani yang berada dalam pluralisme konteks.
     Kristologi dalam perjumpaan dengan umat beragama lain dapat membantu umat Kristen membaca Kristus dengan lebih luas, Kristus dalam Filipi 2:7-8 menyatakan Kristus sebagai manusia, bahkan hamba. Ini komentar dari umat Buddha di Srilanka. Dari Umat Islam, Yesus dianggap Nabi, mengikuti Yesus berarti mengikuti nabi dan hidup profetis, menjadi saksi Allah dalam berbela rasa terhadap penderitaan mansuia. Kristus bukan milik ekslusif Gereja lagi, namun terbuka bagi kehidupan universal.
     Isu-isu pada zaman modern yang seharusnya dapat dijawab oleh Kristologi sangat beragam, pluralisme, kemiskinan, perang, penderitaan, bencana alam dsb. John Hick mengutip pandangan Knitter tentang keunikan Yesus dalam lima hal; 1. Agama lain mungkin juga menjadi bagian dari karya Allah yang ingin menyelamatkan manusia, namun tidak senyata-nyata seperti Kristus, agama lain lebih pada kemungkinan-kemungkinan atau probabilitas. 2. Dalam dialog antar iman: Kristus sebagai wahyu sangatlah kuat, bahkan terus membuka ruang untuk didiskusikan. 3. Allah sungguh-sungguh berkarya dalam Kristus 4. Kristus Memedulikan keadilan sosial, dan di sini kasih Kristus dilihat secara hubungan mutualis karena kasih-Nya dibutuhkan dalam situasi ini, yaitu sebagai [Teologi Pembebasan|pembebas]. Dalam pandangan Yesus sebagai Anak Allah adalah Juruselamat secara universal. 5. Tuhan sebagai muara akhir yang transenden dan misteri, hal ini melengkapi kriteria Tuhan yang tidak bisa dijangkau manusia. Kristologi sangat bersifat soteriologis kontekstual yang membangun suatu komunitas manusiawi antar iman. Kristologi juga ditemukan dalam Christo-Praxis dan Christo-doxi yang terus menerus dan kontekstual. Di sini Kristologi dihadapkan pada mamon yaitu kekuatan materialisme yang membawa kehidupan berpusat pada harta benda.
Kristologi Feminis
     Kristologi Feminis adalah Kristologi yang memakai pendekatan feminis, yakni dari kacamata ketidakadilan, penindasan dan penderitaan. Kristologi ini dibagi menjadi dua; di Barat disebut Kristologi ekofeminis dan di Timur disebut Kristologi feminis Kosmis. Allah umat Kristen yang selama ini didominasi oleh kaum laki-laki karena dalam diri Yesus yang laki-laki kemudian digeser menjadi Kristus yang menyimbulkan keduanya. Kata logos yang tadinya dalam Injil Yohanes 4:1-42 adalah maskulin yang menjadikan kecenderungan patriarkal, maka dipahami sebagai sofia dalam perspektif feminis. Hal ini diperoleh dari kehidupan Yesus yang sangat menghargai kaum perempuan, dalam karya-karyanya, bahkan ketika Dia bangkit, perempuanlah yang pertama kali melihat kuburnya yang kosong. Simbol sofia digunakan oleh Paulus untuk menggambarkan Yesus sebagi hikmat Allah dalam I Korintus 1:24. Kristologi feminis-kosmis mengajak umat Kristen untuk mendengarkan korban ketidakadilan dan menginternalisasikan jeritan itu menuju praksis solidaritas.

Dimensi Kristologi
     Ketuhanan Yesus (Keilahian Kristus) "Yesus adalah Tuhan", hal ini diyakini umat Kristen dan Katolik. Ini problem terbesar bagi orang Kristen ketika diperhadapkan dengan orang-orang beragama lain. Inilah yang membedakan umat lain, sebab tidak sama dengan tokoh-tokoh panutan agama lain seperti Krisna, Muhammad, Sang Budha, Konfusius atau Lao Tse. Namun Yesus Kristus diyakini umat Kristen sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Keilahian Kristus adalah hakekat Kristus sebagai Tuhan. Sebutan "Tuhan Yesus" dimulai dari teologi di negara-negara Barat. "Lord Jesus" diartikan Tuhan Yesus.

Pendamaian Kristus
     Pendamaian Kristus berarti Kristus sebagai pendamai antara Allah dengan manusia. Pendamaian ini diperlukan karena hubungan manusia dan Allah sudah putus disebabkan dosa-dosa manusia. Antara Allah yang kudus dan manusia yang berdosa terdapat jarak yang memisahkan. Jadi Kristus diutus untuk datang ke dunia, sehingga hubungan itu bisa dipulihkan. Makna Kristus sebagai Sang Pendamai dilalui dengan peristiwa penyalibannya di bukit Golgota. Dari peristiwa inilah Kristologi terkait pendamaian yang dilakukan Kristus di kayu salib dibicarakan.

Kristus Sang Pembebas
     Kristus Sang Pembebas adalah makna yang selalu hadir terkait dengan penderitaan yang ingin dientaskan oleh Kristus. Mulai dari istilah Mesias dalam Perjanjian Lama dan Kristus dalam Perjanjian Baru, selalu dikaitkan sebagai pembebas. Kematian Kristus di kayu Salib adalah wujud tindakan Allah untuk menebus dosa manusia terkait akibat dosa yaitu maut.

Tokoh-tokoh Kristologi
     Para pemikir yang menghuni pada 'ruang' pemikiran Kristologi ini sangat banyak, terbentang dari Bapa-bapa Gereja abad kedua, Abad ke empat, reformasi bahkan hingga sekarang.

Anselmus dari Cantebury
     Anselmus adalah teolog dan filsuf yang hidup pada Abad Pertengahan. Berasal dati Italia, terkenal dengan pemikiran Skolastisismenya. Karya yang paling terkenal berjudul Cur Deus Homo (Mengapa Allah menjadi Manusia). Di dalam konteks sosiologis feodalisme, Anselmus menelaah mengapa Allah menjadi manusia dan harus mati untuk menyelamatkan manusia, dan mempertanyakan apakah tidak ada cara lain untuk meyelamatkan. Menurut Anselmus, Yesus Kristus wafat untuk melakukan silih (ganti) atas dosa; tanpa penyilihan itu tatanan alam semesta akan kacau balau untuk selamanya. Dengan jalan itu, baik keadilan, anugerah maupun kasih Allah dipenuhi dan disempurnakan. Anselmus memulai teologinya dari keyakinannya bahwa seseorang bisa berteologi hanya setelah dia beriman  fides quarens intellectum. Iman ini mencakup sikap iman fides qua creditur maupun isi iman fides quae creditur. Dengan demikian, obyek teologi sebenarnya adalah peristiwa perjumpaan dan komunikasi Allah dan manusia berlangsung melalui Yesus Kristus dalam Roh Kudus merupakan realitas dinamik yang terus berlangsung di seluruh sejarah Gereja.

Thomas Aquinas (1225-1274)
     Thomas Aquinas adalah tokoh Skolastik yang terbesar di abad pertengahan dari Italia. Ia adalah seorang Katolik yang saleh, mengenyam pendidikan di berbagai sekolah Katolik dan mengajar Filsafat dan Teologi di Paris. Pemikirannya tentang kodrat manusia adalah, bahwa manusia menjadi tidak sempurna ketika jatuh dalam dosa, dan diselamatkan Allah melalui rahmat adikodrati yang ditawarkan Gereja.

Martin Luther (1483-1546)
     Martin Luther adalah seorang imam Katolik di Jerman pada era Reformasi Protestan, yang membawa pembaharuan sehingga Gereja Lutheran terbentuk. Ajarannya tentang Kristus adalah bahwa setiap orang Kristen tidak bebas dari Kristus, melainkan bebas dalam Kristus.


Yohanes Kalvin (1509-1564)
     Yohanes Kalvin adalah seorang pemimpin reformasi Protestan di Swiss. Dia dilahirkan di kota Noyon, Perancis. Dia ahli hukum dan teologi, dia banyak membantu gereja di Jenewa ketika reformasi, dia djuga dikenal dalam sumbangannya terhadap pembaharuan Mazmur Jenewa. Seperti halnya Luther, dia mengajarkan bahwa manusia dibenarkan hanya oleh iman atau Sola Fide. Keselamatan didapat dari Allah sebagai karunia di dalam Kristus.
     Terkait dengan dalilnya dalam Trinitas, yaitu Bahwa Allah Bapa sebagai asal perbuatan, Putera sebagai asal dari hikmat, maksud dan kehendak dan Roh Kudus sebagai kekuatan dan dorongan untuk berbuat.. Tidak satu pun dari ketiga oknum ini bekerja sendirian.
     Tabiat Kristus; Keallahan-Nya dan kemanusian-Nya sangat dipertahankan oleh Kalvin, Kristus adalah perantara bagi manusia. Kristus adalah benar-banar Allah.
Dalam diri Kristus, seolah-olah Allah memperkecil Diri-Nya untuk dapat mendapatkan daya mengerti manusia yang picik itu
Tujuan tertinggi kemanusiaan Kristus ialah:
Tuhan Yesus telah mengenakan diri Adam, telah memakai nama-Nya untuk sebagai gantinya taat kepada Bapa, untuk menyerahkan daging tubuh kita selaku korban bagi pemenuhan penghakiman Allah yan gadil dan dalam dagin gitu melunaskan hukuman, yang seyogyanya kita yang menerimanya. Pendeknya, andaikata Ia Allah saja, tak mungkin Ia dapat mati, dan andaikata Ia hanya manusia, tak dapat Ia mengalahkan maut. Itulah sebabnya Ia telah mempersatukan tabiat [insani] dan Ilahi dalam diri-Nya, untuk menyerahkan tabiat insani yang tak berdaya itu kepada maut dan untuk dengan tabiat Ilahi-Nya bergumul daengan maut dan memperoleh kemenangan bagi kita, untuk menebus dosa manusia
     Perbedaannya dengan Luther adalah penghargaan terhadap kemanusiaan Yesus, bahwa kehadiran-Nya dalam Perjamuan Kudus melalui transubstansiasi dianggapnya merendahkan kemanusiaan Kristus.
Karl Rahner (1904-1984)
     Karl Rahner dilahirkan di keluarga Katolik Bavaria - Jerman Barat, terdidik dalam ketaatan. Pada Perang Dunia II tidak dikenal, namun tahun 1960 pada Konsili Vatikan II menjadi pusat perhatian dalam teologi modern. Teologinya dianggap sebagai aliran neo-skolastisisme yang dipengaruhi Aquinas. Karl Rahner dalam berkristologi ingin menekankan pada "sesuatu" yang berasal dari dialektis (perjumpaan) antara simbol dan penyimbolan, terkhusus pada simbol Yesus. Simbol menurut Rahner adalah "sesuatu yang menjadi perantara sesuatu lain dari dirinya sendiri, petunjuk penting bahwa Yesus adalah benar-benar dari Allah untuk dunia. Kristologi Thomas Aquinas yang berpusat pada inkarnasi Allah pada diri Yesus. Karl Rahner menyebutnya, Yesus sebagai "Tuhanku dan Allahku". Melalui teori simbol (Yunani : σύμβολο) bahwa melalui yang ada saat ini, maka ia merasa bisa mendapati yang lain. Melalui kemanusiaan Kristus yang terbatas, Allah yang tak terbatas bisa didapat.  Bagi Rahner, Kedatangan Kristus bukan karena semata-mata harus mengampuni dosa manusia, melainkan karena rahmat.  Seandainya Adam tidak berdosa, Rahner mengandaikan Kristus tetap akan datang kedunia, meninggal, dan bangkit kembali.  Rahner tidak menolak kenyataan atau daya tarik dosa dan kejahatan, ia juga tidak menyangkal bahwa inkarnasi, salib, dan kebangkitan kembali berkaitan dengan pengampunan dosa.  Tetapi itu semua bukanlah pokok persoalannya; Kristus tidak bisa dilihat hanya sebagai obat bagi dosa-dosa manusia.  Dosa, seperti yang dilihat oleh Rahner, tidak bisa menjadi motor penggerak cerita tentang keterlibatan Allah dengan dunia.
     Kristologi Rahner sebenarnya bertolak dari Konsili Khalsedon.  Kristologi yang dirumuskan pada akhir masa perjuangan politik, gereja sehingga dapat diterima sebagian besar perserta Konsili, di mana dalam Kristus ada kemanusiaan dan keilahian secara bersamaan.  Kristus dan rahmat menjadi pemikiran mendasar dari Karl Rahner, Allah bisa dilihat dari kemanusiaan Kristus dan bermula dari kemanusiaan masing-masing orang.  Di sinilah perbedaan kristologinya Karl Barth.  Menurut Barth, Allah tidak bisa dikenal dari sekadar membicarakan manusia.
Karl Barth (1886-1968)
     Karl Barth adalah teolog dari Swiss pada era reformasi di abad ke-20, dia membawa pembaharuan yang besar dari teologi abad 19.  Dia belajar teologi di Jerman.  Teologinya disebut dialektis, sebab berawal dari Allah yang ada di Sorga dan suci, dia mengirimkan Kristus yang begitu dekat di dunia yang hina, sehingga pertemuan dua hal yang bertentangan ini disebut dialektis.
     Kristologi Barth dimulai dari pre-eksistensi Kristus, Kristus menjadi sentral teologinya.  Tuhan Allah menyatakan anugerahnya dalam Kristus sekaligus mengikatkan diri-Nya pada Kristus.  Pemulihan manusia ditentukan pada pemilihan Tuhan Allah terhdap Kristus, Allah memilih Kristus sekaligus Tuhan Allah memilih manusia sebagai sekutu-Nya.
Gustavo Gutierrez
     Gustavo Gutiérrez Merino, O.P. (lahir di Lima, Peru, 8 Juni 1928; umur 82 tahun) adalah seorang teolog Peru dan imam Dominikan, Amerika Latin.  Dalam bukunya yang sangat terkenal Teologi Pembebasan terjemahan dari judul asli Liberation of Theology tahun 1971, dia meyatakan bahwa penindasan oleh kapitalisme harus dilawan.  Bagi dia, Amerika Latin lebih membutuhkan pembebasan dibanding pembangunan.  Kristus harus dimaknasi sebagai pembebas dari segala penindasan dan ketidakadilah yang sedang berlangsung.  Sebelum Gutierrez juga telah ada seorang martir yang menerbitkan buku yang isinya sangat kotroversi, yaitu Imam Kolumbia Camillo Torres yang menyatakan bahwa "setiap orang Katolik yang tidak revolusioner hidup dalam dosa dan layak dihukum mati".Banyak buku-buku yang diterbitkan pada zaman Gutierrez ini bertema tentang pembebasan.
Kristologi pembebasan memiliki landasan yang kuat berakar pada pemahaman bahwa Kristus adalah Sang pembebas.  Pembebasan tersebut dilihat sebagai wujud kesatuan dengan Yesus Kristus sebagai Pembebas, wujud penyembahan kepada Allah yang mendengarkan jeritan umat-Nya dan menghendaki keadilan.
Teologi Guiterrez bisa dilihat dalam salah satu kutipan berikut ini:  


Berlaku adil berarti menjadi setia pada perjanjian. Kesetiaan berarti kekudusan. Keadilah dalam Kitab Suci adalah pengertian yang membawa bersama relasi dengan kaum miskin dan relasi dengan Allah. Hanya dalam jalan ini dicapai kekudusan. Setia pada perjanjian berarti mempraktekkan keadilan yang berlaku dalam tindakan Allah yang membebaskan kaum tertindas  ”.