Wednesday, September 19, 2018

Hidup oleh Allah

“Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.”
Matius 26 : 52 

Siapa tidak kenal Julius Caesar, seorang kaisar Romawi di era 40an sebelum masehi. Dia berkuasa sejak 15 Maret 44 sebelum Masehi setelah berhasil menyingkirkan lawan-lawan politiknya di parlemen dan di militer. Prestasi militernya sangat baik dengan menguasai wilayah Britania (Inggris) dan dia pun berhasil menyiasati parlemen. Kisah hidupnya untuk mencapai tahta kaisar Romawi di isi dengan darah dan muslihat. Meski dia di sebut gagah berani dan pemimpin hebat namun kelicikannya dalam merebut kekuasaan adalah bagian di dalam kesuksesannya. Julius Caesar menjadi lambang kedigdayaan dan kepatriotan dunia bahkan hingga saat ini. Namun siapa sangka akhir hidupnya adalah akhir yang amat tragis. Dia tewas di bunuh oleh para lawan politinya saat sedang mempersembahkan korban di mezbah bagi dewa Romawi. Saat itu Julius Caesar tewas dibunuh dengan 27 tusukan.
      Saat akhir perang dunia II, USA telah merangsek ke wilayah Jerman bersama Rusia. Ketika Rusia berhasil menembus Berlin ibu kota Jerman di mana Hitler sang diktator bertahan dan bersembunyi, satu-persatu pejabat Jerman bunuh diri. Terakhir adalah Hitler yang menghabisi nyawanya bersama istrinya Eva Braun. Keduanya sudah lama sekali hidup bersama sebelum akhirnya menikah di hari mereka juga akan melakukan aksi bunuh diri bersama. Setelah menjalankan pemberkatan nikah di dalam bunker miliknya yang pengap, Hitler menembak kepalanya bersama istrinya. Sang diktator yang oleh harian Times ditulis sebagai pemimpin yang hidup di atas darah banyak korban itu akhirnya tewas di bunkernya sendiri dan oleh pistolnya sendiri dalam putus asa dan ketakutannya.
     Ingat dengan Kaisar Nero? Kaisar paling kejam sepanjang sejarah Romawi. Dia adalah yang terkejam dari semua kaisar Romawi. Tahun 60-66 masehi adalah tahun-tahun paling mengerikan bagi orang-orang Kristen di Roma. Mereka ditangkap, dibakar hidup-hidup, diberi makan kepada singa, dicambuk, dan disiksa sampai mati. Rasul Paulus dan rasul Petrus menjadi martir oleh tindakan hukuman mati kaisar tersebut. Bahkan Rasul Yohanes yang ditawan di pulau Patmos dan  mengalami aniaya adalah akibat dari perintah kaisar Nero. Namun di akhir hidupnya kaisar Nero ditinggal sendiri dalam istananya pada malam saat dia akan dikudeta oleh tentaranya sendiri. Saat itu dia bahkan berkata sangat ketakutan oleh karena kesunyian, tiada kawan bahkan tiada juga lawan. Dia menyingkir ke rumah pelayannya yang bernama Faon dan akhirnya bunuh diri di sana dengan menikam pisau ke lehernya. Seorang kaisar kejam yang terobsesi dengan dewa Jupiter itu akhirnya tewas oleh pisaunya sendiri.
     Tuhan Yesus berkata barang siapa hidup oleh pedang akan mati oleh pedang. Barangsiapa hidup oleh kejahatan akan mati oleh kejahatannya sendiri. Barangsiapa hidup oleh ketamakan, akan mati oleh ketamakannya sendiri. Barangsiapa hidup oleh penindasan dan keangkuhan, akan mati oleh penindasan dan keangkuhannya sendiri.
Barangsiapa hidup oleh kecurangan akan mati oleh kecurangannya sendiri, dan akhirnya kita mendapati sebuah kesimpulan utuh bahwa mereka yang hidup dari dosa dan oleh dosa, akan mati oleh dosa itu sendiri sebab di dalam dosa yang ada adalah maut.
     Namun kita tidak lagi ada dalam dosa sebab kita sudah berpindah kepada Kristus. Di dalam Dia kita selamat dan menikmati hidup oleh Dia dan berakhir kepada Dia dalam kekekalanNya yang tidak berkesudahan. Kita yang tinggal dalam Yesus menikmati hidup oleh Yesus dan untuk Yesus, inilah keselamatan. Mereka yang hidup dalam kejahatan maka sejak saat itu pula mereka sudah ada dalam kebinasaan dosa. Hanya Kasih Kristus yang dapat menyelamatkannya. Kita yang sudah menerima kasih karunia Kristus, maka berhak mendalaminya dan menyatu dengan Dia setiap hari. Inilah Kristen, menyatu dengan Kristus, satu Roh dengan Dia sebagaimana Dia telah mengaruniakan Roh KudusNya kepada kita. Yesus berkata dalam kitab Yohanes bahwa sebagaimana Dia dan Bapa adalah satu demikian juga kita dengan Dia adalah satu. Ini berbicara tentang kemanunggalan antara Allah dengan manusia yang terwujud nyata di dalam Yesus Kristus. Inilah yang kita nikmati bersama Yesus.
     Manusia duniawi yang hidupnya dari dunia, akan lenyap pula bersama dunia. Milik dunia fana dan akan lenyap seiring waktu, demikian pula milik manusia dan dirinya. Kasih dunia bisa lenyap dan berubah, demikian pula kasih manusia. Keyakinan dunia bisa lenyap dan berubah sesuai tuntutan saman yang tidak tahu arah tujuan yang pasti, demikian pula keyakinan manusia bisa lenyap dan berubah. Itulah kefanaan dan kebinasaan dunia. Jangankan dulu bicara soal kebinasaan di akhir nanti, yang sekarang ini saja yaitu dalam kehidupan ini saja kefanaan itu sudah nyata atas dunia.
     Tetapi kita yang di dalam Yesus tidak mau demikian. Kita mau mendalami dan melekat dengan Yesus setiap hari hingga apapun yang kita kerjakan, usahakan dan nikmati itu kita nikmati di dalam Dia dan KebenaranNya. Kita yang ada di dalam Yesus telah masuk dalam kekekalanNya sejak saat ini. Kematian kita secara jasmaniah itu hanya menjadi jembatan untuk sebuah kehidupan yang baru dan kekal bersama dengan Dia di Surga.
     Lihatlah mereka yang hanya bersandarkan diri kepada dunia. Kekuasan disandarkan pada dunia, Kegagahan dan kesuksesan disandarkan pada dunia, hingga saat dunia berubah terhadap kehidupan mereka, mereka menjadi takut, putus asa, dan galau. Ujungnya adalah kebinasaan oleh ketakutan dan kejahatan diri sendiri. Tidakkah itu yang terjadi pada para tokoh di atas? Tetapi Yesus Kristus adalah tokoh di atas segala tokoh yang menjadi penyelamat kita dari segala godaan dan cobaan dunia. Oleh Dia kita selamat dari kelekatan dengan dunia. Ketika kita semakin lekat dengan Kristus kita baru bisa tahu seperti apa itu harus mengasihi. Kita menjadi tahu bagaimana harus menyikapi dunia ini. Hingga bukan lagi dunia yang memberdosakan kita melainkan kita yang mempengaruhi dunia. Apa yang kita cari dan kerjakan tiada dosa lagi di dalamnya sebab Kristus yang menjadi utama dalam semua itu.

     Tidak salah kita memiliki harta ini dan itu, yang salah adalah dosa di dalam diri kita. Saat dosa itu makin dihapus maka apapun yang kita miliki dan kita cari semua menjadi benar di dalam Dia sebab menjadi jalanNya untuk mengerjakan Kebenaran dan keselamatan bagi kita. Kita masuk pada ranah berkehendak di dalam kehendakNya dan Dia pun menjadi Kehendak di dalam setiap usaha dan kehendak kita yang telah dimurnikan. Inilah kualitas hidup Kristen yang hendak Allah nyatakan bagi kita. Kualitas hidup yang tidak akan bisa disesatkan oleh dunia dan iblis sebab Kristus semakin leluasa bekerja di dalam pemberian diri kita. Lihatlah keadaan dunia dewasa ini yang bagi banyak kalangan Kristen menilai inilah penghujung akhir zaman. Ya, jika demikan kapan lagi kita harus masuk dalam kedewasaan Kristus kalau bukan sekarang? Mari kita umat Tuhan bersama-sama semakin masuk dalam hubungan kelekatan iman dengan Yesus dan kuat di dalam Dia semata.

No comments:

Post a Comment