
Abad Pertama Masehi (Kristologi menurut Perjanjian
Baru)
Kristologi
yang ditemukan dari Injil berpusat pada sejarah kehidupan Yesus
dalam tindakan-tindakannya. Hal tersebut dapat dilihat melalui beberapa
pernyataan tokoh-tokoh di dalam kitab-kitab Perjanjian Baru: . Jawaban-jawaban
tentang siapa Yesus, adalah sebagai berikut:
Yesus pada zaman-Nya dikenal sebagai
orang Nazaret yang bertindak revolusioner, sebagai
orang Yahudi yang melampaui Hukum Taurat.[3] Dari ajaran-ajarannya
itulah, orang-orang (Kristen) dari zaman Perjanjian Baru hingga saat ini
mempercayai-Nya sebagai Tuhan.[3]
Kristologi Abad 2 – 11
Pada abad kedua, Kristologi belum terlalu diperdebatkan, namun sudah
terdapat pertanyaan-pertanyaan ontologis tentang Ketuhanan Yesus. Masyarakat waktu itu ingin
sekali mengetahui siapa Yesus sebenarnya, dalam kaitannya dengan Allah.
Kemudian secara hakekat, terdapat tokoh bernama Arius yang mengatakan bahwa Allah tetap
Allah, dan hanya ada satu, Allah tidak mungkin ada bersatu (sehakikat) dengan
sesuatu yang terbatas. Menyebut Yesus "Anak Allah" sama artinya
menghujat Allah karena yang ilahi dan tak terbatas disatukan dengan yang
jasmani dan terbatas.
Kristologi-Logos
Kristologi-Logos ini terdapat dalam Injil Yohanes 1:1-4 bahwa fungsi logos ada dua: kosmomologis yaitu sebagai penciptaan dan revelatoris-soteriologis
yang artinya Penyelamat melalui Pewahyuan. Santo Ignatius dari Antiokhia menyebutkan Yesus "Sang
Logos" yang mana Logos (sabda) itu tidak lagi berdiam diri, melainkan
menyatakan diri untuk menyelamatkan. Jadi bagi Ignatius, Sabda adalah
keseluruhan tujuan komunikasi, revelatoris-soteriologis, bukan fungsi
kosmologis. Ajaran Kristologis-Logos ini ada dua, yaitu yang klasik dan yang
modern.
Arianisme
Arianisme
adalah ajaran yang dikeluarkan oleh Uskup Arius pada tahun 300. Distermenganggapnya sebagai kecenderungan manusia untuk
mempersempit misteri Allah. Arius menganggap Yesus sebagai ciptaan saja, walaupun paling agung, hal ini
dipengaruhi dengan gambaran Allah pada dirinya, lalu dia menyimpulkan
"Yesus bukan Allah".
Nestorianisme
Nestorianisme adalah ajaran yang dikeluarkan oleh Uskup Nestorius pada tahun 400. Menurut Nestorius,
Putra Allah di surga dan manusia Yesus di bumi bukanlah satu pribadi yang sama,
melainkan dua pribadi. Keduanya memang berkaitan satu sama lain, tapi toh
tinggal tetap dua. Akal budi manusia ingin mempertahankan gambaran Allah yang "murni",
surgawi dan rohani. Maka Allah Putra dipisahkan dari Yesus yang pernah
berkeliling di dunia ini.
Monofisitisme
Monofisitisme adalah ajaran yang meyakini bahwa Yesus hanya satu
kodrat, yaitu ilahi. Monofisit berasal dari Bahasa Yunani, νόμος
yaitu satu, dan φύσης berarti kodrat, jadi Kristus hanya memiliki satu
kodrat, hal ini bertentangan dengan Nestorianisme. Yesus yang berjalan-jalan di
bumi sebenarnya adalah Allah, kemanusiaan Yesus dianggap hanya semu saja.
No comments:
Post a Comment