Thursday, December 5, 2019

Kristologi dari Zaman ke Zaman

     Abad Pertama Masehi (Kristologi menurut Perjanjian Baru)
Kristologi yang ditemukan dari Injil berpusat pada sejarah kehidupan Yesus dalam tindakan-tindakannya. Hal tersebut dapat dilihat melalui beberapa pernyataan tokoh-tokoh di dalam kitab-kitab Perjanjian Baru: . Jawaban-jawaban tentang siapa Yesus, adalah sebagai berikut:
*       Paulus : Yesus adalah Kristus yang disalibkan dan dibangkitkan.
*       Markus : Yesus adalah Mesias.
*       Matius : Yesus adalah Musa baru, pengajar hukum baru.
*       Lukas : Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, adalah Juru Selamat semua orang.
*       Yohanes - Yesus adalah Sabda Allah yang menjelma sebagai manusia.
     Yesus pada zaman-Nya dikenal sebagai orang Nazaret yang bertindak revolusioner, sebagai orang Yahudi yang melampaui Hukum Taurat.[3] Dari ajaran-ajarannya itulah, orang-orang (Kristen) dari zaman Perjanjian Baru hingga saat ini mempercayai-Nya sebagai Tuhan.[3]

Kristologi Abad 2 – 11
     Pada abad kedua, Kristologi belum terlalu diperdebatkan, namun sudah terdapat pertanyaan-pertanyaan ontologis tentang Ketuhanan Yesus. Masyarakat waktu itu ingin sekali mengetahui siapa Yesus sebenarnya, dalam kaitannya dengan Allah. Kemudian secara hakekat, terdapat tokoh bernama Arius yang mengatakan bahwa Allah tetap Allah, dan hanya ada satu, Allah tidak mungkin ada bersatu (sehakikat) dengan sesuatu yang terbatas. Menyebut Yesus "Anak Allah" sama artinya menghujat Allah karena yang ilahi dan tak terbatas disatukan dengan yang jasmani dan terbatas.

Kristologi-Logos
     Kristologi-Logos ini terdapat dalam Injil Yohanes 1:1-4 bahwa fungsi logos ada dua: kosmomologis yaitu sebagai penciptaan dan revelatoris-soteriologis yang artinya Penyelamat melalui Pewahyuan. Santo Ignatius dari Antiokhia menyebutkan Yesus "Sang Logos" yang mana Logos (sabda) itu tidak lagi berdiam diri, melainkan menyatakan diri untuk menyelamatkan. Jadi bagi Ignatius, Sabda adalah keseluruhan tujuan komunikasi, revelatoris-soteriologis, bukan fungsi kosmologis. Ajaran Kristologis-Logos ini ada dua, yaitu yang klasik dan yang modern.
Arianisme
     Arianisme adalah ajaran yang dikeluarkan oleh Uskup Arius pada tahun 300. Distermenganggapnya sebagai kecenderungan manusia untuk mempersempit misteri Allah. Arius menganggap Yesus sebagai ciptaan saja, walaupun paling agung, hal ini dipengaruhi dengan gambaran Allah pada dirinya, lalu dia menyimpulkan "Yesus bukan Allah".

Nestorianisme
     Nestorianisme adalah ajaran yang dikeluarkan oleh Uskup Nestorius pada tahun 400. Menurut Nestorius, Putra Allah di surga dan manusia Yesus di bumi bukanlah satu pribadi yang sama, melainkan dua pribadi. Keduanya memang berkaitan satu sama lain, tapi toh tinggal tetap dua. Akal budi manusia ingin mempertahankan gambaran Allah yang "murni", surgawi dan rohani. Maka Allah Putra dipisahkan dari Yesus yang pernah berkeliling di dunia ini.

Monofisitisme
     Monofisitisme adalah ajaran yang meyakini bahwa Yesus hanya satu kodrat, yaitu ilahi. Monofisit berasal dari Bahasa Yunani, νόμος yaitu satu, dan φύσης berarti kodrat, jadi Kristus hanya memiliki satu kodrat, hal ini bertentangan dengan Nestorianisme. Yesus yang berjalan-jalan di bumi sebenarnya adalah Allah, kemanusiaan Yesus dianggap hanya semu saja.

     Kristologi pada Abad 4 dan 5 Masehi di mana Konsili Nikaia (Nicea), Efesus dan Khalsedon adalah doktrin Kristus yand dirumuskan pada tiga konsili itu. Konsili Nicea, Efesus dan Khalsedon adalah upaya untuk membela iman mereka dari berbagai pengajaran di atas. 

No comments:

Post a Comment